Kamis, 20 November 2014

MACAM-MACAM MEDIA PEMBELAJARAN DAN PENGERTIAN WEBLOG

MACAM-MACAM MEDIA DAN PENGERTIAN WEBLOG

A.    Deskripsi Teori
1.      Media Pembelajaran
a.      Pengertian Media Pembelajaran
Media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’ (Arsyad, 2002; Sadiman, dkk., 1990). Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware). Sedangkan menurut Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2002), bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi, yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Jadi menurut pengertian ini, guru, teman sebaya, buku teks, lingkungan sekolah dan luar sekolah, bagi seorang siswa merupakan media. Pengertian ini sejalan dengan batasan yang disampaikan oleh Gagne (dalam Sadiman, 2005) menyatakan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Selanjutnya Brigst (dalam Sadiman, 2005) berpendapat bahwa media adalah segala fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti buku, film, kaset, film bingkai, dan lain-lain.
Alat bantu atau media komunikasi dalam dunia pendidikan sering kali digunakan secara bergantian atau sebagai pengganti istilah media pendidikan (pembelajaran). Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1994) bahwa dengan penggunaan alat bantu berupa media komunikasi, hubungan komunikasi akan dapat berjalan dengan lancar dan dengan hasil yang maksimal.
5
 
Rohani 1997 (dalam Tegeh, 2005) mengemukakan beberapa pengertian media instruksional edukatif (media pembelajaran) sebagai berikut.
a)      Segala jenis sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional. Mencakup media grafis, media yang menggunakan alat penampil, peta, model, globe dan sebagainya.
b)      Peralatan fisik untuk menyampaikan isi instruksional, termasuk buku, film, video, tape, sajian slide, guru dan perilaku non verbal. Dengan kata lain media instruksional edukatif mencakup perangkat lunak (software) dan/atau perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat belajar/alat bantu belajar.
c)      Media yang digunakan dan diintegrasikan dengan tujuan dan isi instruksional yang biasanya sudah dituangkan dalam Garis Besar Pedoman Instruksional (GBPP) dan dimaksudkan untuk mempertinggi mutu kegiatan belajar mengajar.
d)     Sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara, dengan menggunakan alat penampil dalam proses belajar mengajar untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional, meliputi kaset, audio, slide, film-strip, OHP, film, radio, televisi dan sebagainya.
Berdasarkan batasan-batasan mengenai media seperti tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar (individu atau kelompok), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pebelajar sedemikian rupa sehingga proses belajar (di dalam/di luar kelas) menjadi lebih efektif.
Kemp dan Dayton (dalam Depdiknas, 2003) menyatakan bahwa media mempunyai manfaat, yaitu sebagai berikut.
1.      Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media, menerima pesan yang sama
2.      Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikaan.
3.      Pembelajaran menjadi lebih interaktif.
4.      Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat.
5.      Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan.
6.      Pengajaran dapat dilaksanakan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan.
7.      Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8.      Peran guru dapat berubah kea rah yang lebih positif. Beban guru untuk penjelasan materi pelajaran yang berulang-ulang dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
Dari ulasan tersebut, media weblog (blog) mempunyai manfaat sebagai media yang dapat menarik perhatian, memberikan pengalaman kepada siswa untuk berinteraksi langsung sehingga memberikan kesan positif kepada siswa untuk belajar secara mandiri dengan guru sebagai fasilitator.

b.      Macam-Macam Media Pembelajaran
Di dalam media pembelajaran terdapat beberapa macam-macam media pembelajaran dia antaranya:
1)      Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dll.
2)      Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu
a.       Media visual diam
b.      Media visual gerak
a)      Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rngkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain- lain.
b)      Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya
3)      Media audio visual
Media audiovisual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu
a.       Madia audio visual diam, dan
b.      Media audio visual gerak.
a)      Media audiovisual diam diantaranya TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
b)      Media audio visual gerak diantaranya film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dll.
4)      Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a)      Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b)      Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan diorama.
c)      Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . contoh pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d)     Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah
Latuheru (1988) menyatakan bahwa
1)      Media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi  pembelajaran yang disajikan,
2)      media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan,
3)      Media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya .
Heinich, Malenda, Russel (1982) dalam Ilda Prayitno (1989) mengemukakan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah:
1)      Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.
2)      Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3)      Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
4)      Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5)      Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.
Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
c.       Manfaat Media Pembelajaran
Sudjana dan Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:
  1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;
  2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
  3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran;
  4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.
2.    Weblog (Blog)
a.      Pengertian Weblog (Blog)
Blog berasal dari asal kata web log. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di internet.
Sebenarnya tidak ada satu definisi yang pasti tentang blog. Terdapat banyak definisi tentang blog yang bertebaran di Internet. Salah satu di antara definisi paling awal tentang blog adalah definisi blog oleh Rebecca Blood, dan penulis buku The Weblog Handbook, blog adalah sebuah halaman web, dengan tulisan terbaru diletakkan di bagian isi paling atas, isinya sering diperbarui kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Seringkali di sisi dari halaman web tersebut ada sebuah daftar link (tautan) yang merujuk ke halaman sejenis.
Definisi blog menurut Ahmad Isnaini (2003), pemilik blog www.isnaini.com
Blog atau weblog adalah catatan pribadi seseorang di internet. Berisi informasi yang sering di update dan kronologis. Blog lebih identik dengan sebuah diary. Perbedaan mendasar adalah bahwa blog bisa dibaca siapa saja. banyak blog yang fokus terhadap satu objek informasi, misalnya politik, web design, olah raga dan lain-lain, tetapi kebanyakan blog itu lebih seperti jurnal pribadi yang berisi informasi perjalanan dan kehidupan sehari-hari seseorang blogger.
Sedangkan definisi blog menurut Priyadi Iman Nurcahyo (2005), pemilik blog www.priyadi.net adalah:
1.        Berisi tulisan yang disusun secara kronologis
2.        Mengandalkan perangkat lunak CMS
3.        Memiliki fasilitas komentar
4.        Memiliki format sindikasi, misalnya RSS atau Atom
5.        Tulisannya dibuat dari sudut pandang pribadi penulisnya
Menurut penulis, dari tiga definisi tersebut di atas, terdapat benang merah yang dapat diambil tentang definisi blog yakni:
1.      Blog adalah sebuah halaman website.
2.      Blog ditulis oleh perseorangan maupun kelompok dengan bahasa percakapan dan tidak formal.
3.      Blog memiliki fasilitas yang memungkinkan pengunjung sebuah blog meninggalkan komentar.
4.      Tulisan yang ada di dalam sebuah blog selalu diperbarui dalam jangka waktu tertentu.
5.      Isi dari sebuah blog diurutkan menurut kronologis waktu, tulisan terbaru terletak di bagian paling atas.
Menurut Rouf dan Sopyan (dalam Hary Santosa, 2007), blog adalah suatu halaman (situs) online yang berfungsi sebagai media jurnal/diari bagi seseorang. Jovan (dalam Hary Santosa, 2007) menambahkan bahwa blog adalah “a personal diary, a daily pulpit, a collaborative space, a political soapbox, a breaking-news outlet, a collection of links, one’s own private thoughts, and memos to the world.” Graham (dalam Hary Santosa, 2007) menyatakan bahwa membuat blog tidaklah sulit karena hanya memerlukan pemahaman sederhana mengakses internet, sama mudahnya untuk membuat dan mengirim e-mail. Membuat blog tidaklah memerlukan pemahaman akan bahasa pemrograman atau sintaks-sintaks pemerograman yang rumit karena semua sudah dikerjakan oleh sistem. Yang harus dilakukan hanya menulis dan mempublikasikannya langsung.
Rouf dan Sopyan (dalam Hary Santosa, 2007) menyatakan bahwa terdapat tiga jenis blog, yaitu:
a.       Blog Tutor
Blog ini dijalankan oleh dosen/guru di kelas. Isi dari blog ini biasanya terbatas pada silabus, informasi mata kuliah/pelajaran, pekerjaan rumah, dan lainnya. Atau, dosen/guru bisa menulis mengenai ide, perasaan, dan pengalaman dirinya untuk kemudian bisa dibagi dilihat dari berbagai perspektif, seperti budaya, pemberian informasi, dan hal lainnya. Tipe blog ini membatasi ruang gerak mahasiswa untuk lebih berkreasi.
b.      Blog Kelas
Blog ini memiliki karakteristik ‘agihan’ (share) dimana dosen dan mahasiswa bisa menyumbangkan ide dan pengalamannya. Blog jenis ini sangat baik digunakan sebagai ruang diskusi kolaboratif bagi dosen dan mahasiswa. Mahasiswa diberikan kebebasan yang lebih untuk menulis dan berinteraksi dalam blog jenis ini.
c.       Blog Mahasiswa/Siswa
Blog jenis ini sebenarnya memerlukan lebih banyak waktu dan usaha dari dosen/guru untuk mengatur dan menyusun segala hal yang diperlukan, namun mungkin merupakan yang paling baik bagi mahasiswa/siswa dilihat dari kesempatan yang diberikan untuk menulis, mengekspresikan ide, perasaan, dan pengalaman mereka.

Menurut  penulis ketiga jenis blog di atas harus dipadukan agar menjadi sebuah blog yang utuh dan bukan berdiri sendiri sesuai jenisnya, namun sebuah blog harus berisi tutorial materi yang ditulis oleh guru atau pemilik blog, memberikan ruang bagi siswa atau pengguna blog untuk berdiskusi, serta siswa diberikan banyak kesempatan untuk menuangkan ide mereka dalam sebuah tulisan.
  1. Macam-macam weblog
Sebelum memulai membuat blog untuk usaha melalui internet, ada baik jika mengenal macam-macam blog yang dapat anda buat nantinya. Adapun macam-macam blog ini dibedakan menurut jenisnya masing-masing, yaitu:
1.    Blog pribadi
Berisi segala sesuatu yang bersifat individual dari sang pemilik blog, blog pribadi serupa dengan diary, jika biasanya diary berupa sebuah buku dengan goresan tinta namun dijaman digital seperti saat ini blog bisa dikatakan sebagai diary yang berupa data online. Dan meski berupa cerita pribadi sang pemilik blog bisa membaginya kepada siapa saja atau dengan kata lain bisa dinikmati oleh siapapun
2.    Blog Tutorial
Berisi tutorial tentang pembuatan atau pengoperasian sesuatu, misal tutorial blog, tutorial facebook, tutorial email, tutorial photoshop, tutorial MsOffice, Tutorial Bisnis online dan lain sebagainya.
3.    Blog Bisnis
            Blog yang dibuat untuk keperluan berbisnis, misal jual beli online atau hanya untuk sekedar sarana promosi.
4.    Blog politik
Blog yang membuat tema tentang berita politik, aktivis politik atau politikus, dan semua persoalan politik yang ditujukan untuk umum.
5.    Blog kesehatan
Blog yang membahas seputar kesehatan. Isinya lebih spesifik dibidang kesehatan, misalnya tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, mengenai penyakit baru, penemuan obat terbaru, cara mengatasi suatu penyakit, cara hidup sehat dan masalah lainya yang berkaitan dengan kesehatan.
6.    Blog sastra/litblog (Literary blog)
Blog yang membahas seputar dunia sastra, misalnya berisi tentang prosa, puisi, sajak dan lainnya.
7.    Blog perjalanan
Berisi tentang kisah petualangan atau traveling. Mungkin bisa berupa cerita tentang perjalanan/traveling dari satu tempat ketempat yang lainya.
8.    Blog riset
Blog yang memuat persoalan akademis seperti berita riset terbaru, kabar penelitian masalah yang sedang buming/tenar misalnya kasus bakteri pada susu formula yang menghebohkan Indonesia.
9.    Blog hukum/blawgs (Blog Laws)
Blog yang membahas mengenai persoalan tentang hukum atau urusan hukum.
10.     Blog media
Blog yang berfokus pada pemberitaan semacam media massa seperti Koran atau telesi. Karena berisifat online biasa disebut cybernews.
11.     Blog agama
Blog yang membahas mengenai suatu agama, mungkin membahas soal agama Islam, bisa juga agama Kristen, Katolik, Hindu atau mungkin Budha. Hal-hal yang dimuat bermaksud untuk mempermudah bagi para pemeluk agama tersebut untuk memperdalam masalah ilmu agama.
12.     Blog pendidikan
Blog yang membahas seputar dunia pendidikan, biasanya ditulis oleh pelajar atau guru yang biasanya berisi tentang mata pelajaran tertentu, berisi tentang soal dan pemecahanya.
13.     Blog kebersamaan
Blog yang ditulis oleh kelompok tertentu untuk kepentingan kelompok tersebut.
14.     Blog petunjuk (directory)
Blog yang berisi ratusan link halaman website. Blog ini bisa membantu orang-orang yang mencari informasi diinternet dengan kata kunci yang merajuk ke blog petunjuk dan kemudian baru menuju ke blog yang membahas tema yang dicari.
15.     Blog pengganggu (spam)
Blog  yang digunakan untuk promosi bisnis affiliate, juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog), kenapa di sebut pengganggu karena keberadaan mereka bisa saja sebagai penipu.
c.       Karakteristik dari sebuah Blog
Rebecca Blood dalam bukunya The Weblog Handbook menjelaskan beberapa karakteristik dari blog adalah:
a)      Blog adalah penduduk asli Internet
Bentuk blog tidak memiliki perbedaan dengan halaman web lainnya yang sudah ada terlebih dulu. Perbedaan blog dengan halaman web lainnya adalah blog dirancang untuk terus dikunjungi lagi-lagi, karena keharusan sebuah blog untuk diperbaharui isinya sesuai waktu. Blog juga sangat mudah untuk digunakan, karena sudah ada sistem yang siap pakai. Pengguna hanya tinggal menuliskan isi blog-nya, tanpa perlu memikirkan bagaimana disain tampilan dan cara pembuatan halaman web-nya seperti masa saat sebelum media blog ini populer. Blog juga merupakan sebuah media yang sangat demokratis, karena ditulis tanpa saringan editor. Hal ini menyebabkan setiap orang yang telah terhubung dengan internet di dunia ini dapat menuliskan topik apa saja yang mereka sukai.

b)      Blog menyaring informasi
Terdapat berjuta-juta halaman web di internet yang telah dibuat oleh jutaan pengguna internet di seluruh dunia. Ada halaman web yang berisi informasi film, tulisan tentang hobi, berita terbaru dari ekonomi dan politik, dan sebagainya. Jika mau dihitung, masih sangat banyak lagi jenis informasi yang ada di jutaan halaman web tersebut.
Sangat sulit bagi seseorang untuk mengetahui segalanya tentang suatu topik dalam dunia yang seperti itu,  karena sumber informasi berupa halaman web yang harus diakses untuk memahami suatu topik itu bisa jadi sangat banyak jumlahnya.
Blog berperan penting. Blogger yang menulis post tentang suatu topik khusus, biasanya sudah membaca banyak halaman web tentang topik tersebut, lalu menyaring dan meringkasnya dalam satu post di halaman blog-nya. Pengguna Internet yang memerlukan informasi tidak perlu membaca seluruh halaman web tentang topik itu, cukup dengan membaca halaman blognya saja.
c)      Blog menyediakan konteks
Kontekstualisasi informasi dengan cara menambahkan pendapat pribadi dari blogger dan menyediakan link menuju informasi atau dokumen lainnya yang relevan. Berbagai informasi yang ada di Internet diletakkan sesuai konteksnya dalam setiap tulisan di blog.

d)     Blog membuat melek media
Pada saat seorang blogger memiliki fokus untuk menulis tentang suatu topik atau kejadian tertentu, blogger akan mencari berbagai informasi tentang topik atau kejadian itu dari berbagai sumber atau media yang ada.
e)      Blog menyediakan alternatif sudut pandang
Setiap blog yang ada di dunia dibuat oleh setiap jenis manusia yang berbeda, dengan topik yang berbeda pula. Artinya, berbeda blog, berbeda pula sudut pandangnya dalam membahas sebuah topik. Dalam setiap blog, blogger bisa memberikan link ke halaman blog lainnya yang bisa jadi memiliki sudut pandang yang berbeda pula. Pembaca blog pun bisa membandingkan setiap sudut pandang tersebut. Dengan adanya fasilitas komentar juga, pengunjung sebuah blog bisa menyampaikan perbedaan sudut pandangnya dengan penulis blog tersebut.
f)       Blog mengundang partisipasi
Blog secara aktif telah menjaring informasi dan opini dari para pembacanya melalui adanya fasilitas komentar. Melalui fasilitas komentar, para pembaca bisa memberikan alternatif link halaman tentang topik terkait, menambahkan informasi yang ada, atau pandangan dan opininya tentang topik tersebut.
g)      Blog dan jurnalisme
Blog tidak bisa disamakan dengan jurnalisme, karena apa yang dilakukan pada jurnalisme tidak bisa diterapkan di dalam blog, dan begitu sebaliknya. Dalam blog, sebuah informasi ditulis begitu saja oleh blogger kemudian dipasang di internet, tanpa pengeditan selain dari blogger tersebut. Hal ini tentu saja tidak bisa dilakukan di jurnalisme tradisional
d.      Blog Bagi Dunia Pendidikan
Weblog adalah media yang digunakan secara personal, baik individual maupun institusional. Tidak ada persyaratan personal yang diberikan dari pihak manapun untuk bisa memiliki dan mengelola weblog sendiri. Formatnya yang mudah diaplikasikan dan pengelolaannya yang tidak rumit membuat media ini bisa diopersikan oleh siapapun.
Selain karena sifatnya yang ada dalam jaringan internet, beberapa kelebihan dari blog lainya adalah sifatnya berdiri sendiri sebagai media, selain itu blog juga cenderung non-formal dalam penggunaan bahasa yang dipakainya. Blog memungkinkan terjadinya iteraktifitas atara sumber dengan penerima informasi. Informasi yang disampaikan akan langsung direspon, ditambahi, dikoreksi dan diperkaya oleh orang lain. Oleh karena itu, suatu topik mungkin bisa menjadi lebih menarik dengan adanya diskusi antara blogger dengan pengunjung weblognya.
Kemampuan teknis atau kemampuan dasar jurnalisme tidak diperlukan untuk mempublikasikan informasi dalam weblog. Blog memberikan manfaat yang cukup besar bagi dunia pendidikan seperti:
1.    Sebagai media pembelajaran
Blog dapat digunakan sebagai media pembelajaran baik yang bersifat formal maupun informal karena dalam blog yang mereka buat terdapat banyak informasi yang dibutuhkan oleh orang lain.
2.    Sebagai tempat ajang diskusi
Blog dapat juga digunakan sebagai sarana ajang diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu.
3.    Sebagai tempat berbagi informasi
Kita dapat berbagi informasi yang mungkin belum diketahui oleh orang lain dengan cara menuliskannya di blog kita.
4.    Sebagai tempat berkomunikasi
Kita dapat berkomunikasi dengan orang lain yang membaca blog kita dengan memberikan jawaban atau membalas komentar yang ia berikan.
5.    Sebagai tempat curhat dalam dunia maya
Apabila kita sedang mengalami masalah atau merasa kebingungan terhadap suatu hal, maka kita dapat menceritakan permasalahan tersebut di dalam blog kita. Siapa tahu ada pembaca yang berkenan memberikan masukan atau saran untuk penyelesaian terbaik dari masalah tersebut.
Disamping manfaat di atas, manfaat blog bagi guru atau dosen, yaitu:
a.     Isinya bisa luas menyangkut banyak hal pengajaran.
b.    Bisa dijadikan ajang belajar menulis untuk menuangkan ide.
c.     Bukti portofolio seorang guru terkait profesionalitasnya.
d.    Relatif lebih hemat biaya.
e.     Menembus ruang.
f.     Bebas aturan atau suka-suka penulis (yang ada hanya etika atau aturan tidak tertulis).
g.    Melepaskan kebiasaan formalitas untuk menghambur uang rakyat.
h.    Pengembangan proses pembelajaran yang bervariatif.
i.      Bisa mengembangkan jaringan lebih luas antar guru di negara lain.
Menurut Budhi (2007: 1), kekuatan blog dalam dunia pendidikan antara lain:
1.      Isinya bisa luas menyangkut banyak hal pengajaran.
2.      Bisa dijadikan ajang belajar menulis untuk menuangkan ide.
3.      Bukti portofolio seorang guru terkait profesionalitasnya.
4.      Relatif lebih hemat biaya.
5.      Menembus ruang dan waktu.
6.      Bebas aturan alias suka-suka penulis (yang ada hanya etika atau aturan tidak tertulis).
7.      Melepaskan kebiasaan formalitas untuk menghambur uang rakyat.
8.      Pengembangan proses pembelajaran yang bervariatif.
Selain manfaat atau keunggulan dari sebuah weblog (blog) di atas, blog juga memiliki kekurangan dalam hal pembelajaran dan pendidikan. Adapun Kekurangan dari sebuah weblog (blog) pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.      Media blog belum bisa diterapkan di sekolah atau daerah-daerah yang belum terjamah teknologi internet.
2.      Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
3.      Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.
4.      Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
5.      Kurangnya Sumber Daya manusia (SDM) yang mengetahui dan memiliki ketrampilan menggunakan internet atau mengelola weblog (blog).
6.      Diperlukan kecepatan akses internet yang memadai agar proses pembelajaran menggunakan media weblog (blog) dapat berjalan dengan lancar.
Berdasarkan pemahaman diatas, maka nampaklah bahwa weblog (blog) pada dasarnya memiliki peranan yang cukup besar dan sangat penting dalam pengembangan pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh ketersediaan sarana-prasarana yang mendukung, serta kesiapan pendidikan dan peserta didik untuk beradaptasi dengan teknologi internet.
e.       Kelebihan dan kekurangan weblog
1)    Kelebihan Weblog.com
1.      Terintegrasi dengan Google Account. Jika anda memiliki account di gmail atau Google reader, otomatis anda sudah memiliki account Weblog.com
2.      Proses Sign Up yang mudah.
3.      Bisa memasang script AdSense (dan script iklan yang lain)
4.      Panel Kontrol yang sangat sederhana dan mudah dimengerti.
5.      Tersedia navigasi dalam bahasa Indonesia.
6.      File CSSnya dapat diedit.
7.      Navigasi admin sederhana, dan mudah dimengerti : posting, Pengaturan, Tata Letak
8.      Ada widget untuk polling
9.      Bisa memiliki banyak blog dalam satu account
10.  Dapat mengembedd code javascript dan flash ke dalam blog
11.  Platform free blogging yang “paling bisa” di customize
12.  Anda bisa menggunakan alamat domain anda sendiri (custom domain blogger)
13.  Term of Servicenya mengizinkan pengguna untuk menggunakan blognya sebagai sarana make money. Anda diizinkan menampilkan iklan di Weblog.com
2)    Kekurangan Weblog.com
1.      Tampilan dashboard terlalu sederhana
2.      Pilihan template bawaan terlalu sedikit, sehingga banyak blog dengan tampilan sejenis. Meskipun begitu, anda bisa mencari beragam template yang tersebar di internet dan menggunakannya.
3.      Tidak ada tracker stat bawaan. Anda perlu menginstall tracker statistic seperti Google Analytics terlebih dahulu.
4.      Tidak bisa membuat “halaman page” seperti yang dapat dilakukan wordpress.
5.      Tidak bisa membuat sub-category untuk post
6.      Jatah menyimpan gambarnya hanya 300 MB
7.       
f.       Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini ternyata tak luput dari pengamatan anak didik. Keingintahuan mereka pada berbagai media komunikasi perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Pengenalan komputer pada anak usia dini memang bukan lagi merupakan kebutuhan sekunder. Kurikulum untuk pendidikan inipun telah digagas pemerintah seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat kurikulum Depdiknas (2007) dalam Naskah Akademik Kajian Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran TIK menyatakan,
1.   Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya.
2.   Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
3.   Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
4.   Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
a.    Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
b.    Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri.
c.    Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.
d.   Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
e.    Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari-hari.
Dapat disimpulkan Mata Pelajaran TIK adalah mata pelajaran yang baru di sekolah yang merupakan suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi tertentu yang menekankan siswa mampu memahami konsep, pengetahuan, dan operasi dasar komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar